“KABAR TOBASAHUTA”

Aksi Garuk Preman Dapat Perlawanan

November 16, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kebanggaan polisi menggembor-gemborkan di mass media perang yang gencar dilakukan terhadap preman akhirnya mendapat perlawanan. Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten III Teluk Naga yang berlokasi di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, terpaksa dihentikan, karena dibakar massa sebagai buntut dari operasi preman.

Peristiwa dipicu, Jumat (14/11) lalu Polres Tangerang merazia preman di wilayah itu. Tujuh orang yang biasa memeras sopir kendaraan yang keluar masuk proyek PLTU ditangkap. Ini harus dicermati pejabat Mabes Polri, ada apa dengan munculnya perlawanan dari akar rumput seperti ini, jangan lantas polisi patentengan mengekpos ke media cetak sudah menggaruk preman sekian ribu, tanpa memperhitungkan substansi yang muncul di lapangan, target memberantas preman harus memiliki perhitungan dan analisa yang kuat, mereka juga manusia, butuh makan dan lapangan pekerjaan

Beberapa jam setelah penangkapan itu, ratusan orang mengepung mes kontraktor pembangunan PLTU. Mereka meminta kontraktor, PT Dongfang Electric Corporation dan PT Dalle Energy, mendesak polisi melepaskan tujuh orang yang ditahan itu. Mereka menuduh pihak perusahaan melapor kepada polisi agar menangkap tujuh orang tersebut.

Agus mengakui, aksi massa di proyek PLTU berkapasitas 3 x 315 Megawatt itu dipicu adanya razia terhadap preman yang sering melakukan pungutan liar terhadap kendaraan proyek yang melintasi Desa Lontar. Mereka diciduk karena meresahkan pengguna jalan PLTU 3 Banten. Selama ini mereka menarik restribusi antara Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu untuk setiap truk yang melewati jalan itu.
Namun, permintaan itu tak ditanggapi pihak perusahaan. Sekitar pukul 22.30, massa secara brutal merusak dan membakar mes kontraktor beserta isinya. Aksi itu terus berlanjut hingga Sabtu dini hari kemarin. Akibat aksi itu, dua blok mes karyawan yang masing-masing berisi tujuh kamar, hangus. Bukan hanya itu. Massa juga menjarah barang-barang yang ada di kantor dan mes karyawan itu. Uang dan barang-barang berharga dibawa kabur.

Sejumlah kendaraan perusahaan, termasuk alat berat dan material bangunan, juga tidak luput dari sasaran amuk massa. Tercatat tujuh mobil karyawan, tiga alat berat, dan satu sepeda motor pekerja dihancurkan massa. Tujuh mobil karyawan yang dirusak itu antara lain Kijang Innova, Ford, Mitsubishi Pajero, dan Toyota Prado.
Seharusnya polisi memulai genderang perang terhadap preman, dimulai dari jajarannya di tingkat rendah sampai petinggi yang bersikap sebagai preman berdasi, jadi beking bisnis ilegal, jangan malah petinggi Mabes Polri bilang mana, siapa orangnya, tunjukkan bukti akan kita sikat, kalau tidak ada bukti itu namanya fitnah, kalau cuma bilang itu, anak kecil aja tahu, ngapain mesti jenderal

Masalahnya, yang kita kuatirkan tidak hanya peristiwa di Banten terjadi perlawanan dari kalangan preman, kita kuatir itu akan melebar, karena kenyataannya tidak ada hujang dan angin (termasuk instruksi presiden misalnya) tiba-tiba saja digelar operasi preman, main garuk aja, meskipun yang banyak ditangkap hanya preman jalanan, belum menyentuh preman berdasi yang jadi deking permainan sejumlah oknum di negeri ini.

Seharusnya Mabes Polri harus berkaca dulu, bersihkan lingkungan sekitar termasuk dari oknum-oknum yang selama ini diduga kuat ikut bermain di air keruh, baru tunjukkan kinerja dalam menangani kejahatan-kejahatan kerah putih dan kelas kakap, illegal loging, penyeludupan, penimbunan, pungli dan kasus-kasus korupsi yang ditangani Polisi selama ini, karena sejumlah kalangan mensinyalir setelah judi di hapus era Sutanto, oknum-oknum tertentu di tubuh polisi seakan kesulitan menambah penghasilan ektra, sehingga menjadikan kasus-kasus yang ditangani menjadi objekan

Kategori: Serba-Serbi
Ditandai:

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar