“KABAR TOBASAHUTA”

Mual Sirambe, Legende Namboru Boru Siagian

Desember 8, 2008 · & Komentar

Terletak di desa Bonandolok Kecamatan Balige. Lebih dekat dari Laguboti, jaraknya sekitar 5 kilometer. Bagi anda yang pernah tinggal di kawasan Toba, sudah pasti tau riwayat Mual Sirambe ini karena menjadi obyek wisata lokal. Mual sirambe, satu embung kecil yang airnya jernih dan dingin. Mengalir dari celah batu yang dipenuhi dengan ikan batak yang lajim disebut “Ihan”.

Terkesan misteri, Ihan itu jarang menampakkan wujudnya, bila nampak, itu ada pertanda rejeki bagi yang melihatnya, kata penduduk setempat. Dikatakan, ada yang berulang datang kesana karena pada kesempatan pertama ihan itu tidak muncul, tapi sayangnya pada kunjungannya yang kedua, ihan itu juga tidak muncul. Gerakannya sangat cepat, punggungnya agak kehitaman.

Bahkan, Penduduk di kawasan Sirambe tidak pernah memakan ikan itu. Itu terlarang sejak dahulu. Ikan itu adalah representasi boru Siagian yang memilih akhir hidupnya disana. Konon, katanya pada zaman dulu kala, seorang putri dijodohkan dengan pria yang tidak disukainya. Lalu, sang putri lari dan bersembunyi ke daerah Aek Sirambe. Sebongkah batu ditafsirkan sebagai pertanda. Batu itu, diyakini sebagai perwujutan dari “namboru boru Siagian” yang menjadi penghuni Mual Sirambe. Ihan memiliki nilai religius tersendiri, terutama dalam upacara adat. Sekarang, ikan tersebut mulai langka. Karena penangkapan terus berlangsung, tapi perkembang biakan di alam menurun.

Pada jaman dulu dikisahkan, ada orang yang mencoba menangkap ihan tersebut dengan memasa, bahkan cerita yang tidak kalah serunya, konon didalam kolam ini ada ikan yang sangat besar dan tidak bisa dilihat oleh manusia biasa, kecuali memang yang melihat langsung ikan tersebut sebagai firasat yang bersangkutan akan meninggal, tetapi apabila tidak terkejut, ikan besar dimaksud disebutkan akan mendatangkan rezeki bagi yang bersangkutan, itulah segelumit kisah yang menyertai ihan batak, bahkan juga melibatkan legenda marga Siagian dari Bonan dolok Balige. Pamijahan ikan lajimnya di hulu sungai yang jernih untuk menghindari prederator yang ada dikolam raksasa itu. . Masyarakat sekitar yang hendak menangkap ihan dari sungai itu sudah punya aturan dan cara tersendiri. Aturan can cara itu tujuannya untuk tidak terjadi perusakan apalagi niat menghancurkkan ikan sakral itu.

Aek Sirambe, diyakini merupakan habitat paling sesuai. Juga, merupakan situs menarik yang unik dan legendaris. Disana sudah dibangun sebuah kolam untuk pembiakan ihan itu dan selanjutnya dilepas kehilir sungai. Bila ini berhasil, sungai itu akan dipenuhi ihan yang dapat ditangkap dan dimakan. Kualitas air sirambe sangat bagus, memungkinkan untuk syarat hidup ikan yang sudah hampir langka ini. Yaitu, hanya bisa hidup pada air jernih yang terus mengalir deras, dengan suhu relatif rendah 21 – 25 derajat Celcius. Kebiasaan dari ikan ini, berkelompok dan beriring.

Disebutkan lubuk larangan yang menjadi habitat ihan yang menjadi kebanggan orang Batak ini, bisa dilestarikan. Tujuan paling utama, yaitu pelestarian. Lubuk larangan akan dipagari berdasarkan nilai etika dan estetika. Eksistensi ihan batak yang legendaris, harus dapat dipertahankan.

Kategori: Serba-Serbi
Ditandai:

4 tanggapan so far ↓

  • bang napit // Desember 17, 2008 pada 5:29 am

    Belum lama ini, kami berkunjung ke Sirambe. Yang terlihat, kolam penampungan yang dibangun Pemkab Tobasa, sudah hancur sebelum difungsikan. Padahal, tujuannya, agar ikan yang keluar dari lubuk larangan (aek sirambe) bisa tertampung. Sayang, jika “ihan” langka ini sampai punah. Dengan penataan tertentu, daerah ini sangat berpotensi menjadi objek agro wisata.

  • tobasahuta // Januari 8, 2009 pada 12:16 am

    Kadang untuk menjawab pertanyaan untuk apa kita membangun susahnya setengah mati apakah untuk kepentingan pribadi atau kepentingan bersama, coba dijawab dalam hati masing-masing

  • blogtapanuli // Januari 25, 2009 pada 9:19 pm

    Sangat berpotensi menjadi objek agro wisata.

  • Aspirasi Tapanuli // Januari 25, 2009 pada 9:28 pm

    Sirambe merupakan situs menarik yang unik dan legendaris, Ikan itu adalah representasi boru Siagian yang memilih akhir hidupnya disana.

Tinggalkan sebuah Komentar