Kalangan pers di Tobasa mendapat tantangan dalam menjalankan tugas dan fungsi pers sebagai kontrol sosial, setelah seorang wartawan yang selama ini bertugas di Tobasa, Robinson Tanjung (68) wartawan Surat Kabar Mingguan Bidik “dibalbal” dua Orang Tak Dikenal atau OTK (23/12) dini hari pukul 1.30 wib dikediamannya Jalan Patuan Nagari Balige.
Nampak dalam gambar wartawan di Tobasa, Robinson Tanjung, usai diperiksa pihak medis di Rumah Sakit.
Diduga pemukulan dilakukan terkait dengan pemberitaan yang selama ini memang gencar dilakukan oleh yang bersangkutan, sehingga diduga membuat gerah sejumlah kalangan yang merasa terpojok dan dirugikan oleh pemberitaan korban selama ini. Namun yang sangat disayangkan adalah kenapa sampai terjadi insiden pemukulan, karena bagaimana pun cara-cara pemukulan dalam hal mengajukan keberatan dan tidak berkenan atas sebuah pemberitaan seharusnya bukan dengan tangan besi, karena UU No 40 Tahun 1999 Tentang UU Pokok Pers telah menjamin hak jawab siapa saja yang merasa dirugikan akibar suatu pemberitaan. Setidaknya pihak yang dirugikan dapat mengajukan somasi, gugatan maupun pengaduan ke pihak kepolisian sehingga di proses pengadilan.
Diharapkan kepada sejumlah wartawan di Balige yang merasa sebagai wartawan agar kasus ini jangan didiamkan, dan kepada pihak yang berwewenang agar premanisme dan koruptor dibasmi dibumi TOBASA.Kasus kejadian ini sudah dilaporkan kepada Kaplores TOBASA, mudah-mudahan kasus ini dapat terungkap, ..!
1 response so far ↓
M.Sgn // Januari 26, 2009 pada 6:44 am
Oknum Wartawan korban lagi !
Kenapa ? Mari para Pers, intropeksi diri terlebih dahulu (khususnya di TOBASA ya, saya anak Tobasa) saya melihat di Tobasa sendiri, orang orang yang memiliki kegiatan di kepegawaian, swasta maupun PNS pemda ! mereka cenderung menjaga jarak dengan warga yang hidupnya susah (kurang mampu) ini sifat yang tidak disukai massa, oleh karena itu sifat ke angkuhan jauhilah ! wahai saudaraku warga Tobasa, sifat inilah yang membuat daerah kita tidak maju, anda lihat sendiri, POTENSI Wisata di Tobasa sangat tinggi tetapi insvestor tidak ada yang datang untuk menanam sahan, intropeksi diri !
Anakkon ki do hamoraon diau….. Horas…..
M.siagian