Siapa yang ingin meniru, setidaknya mau mencoba melakukan terobosan seperti saat ini. Tetapi syaratnya masyarakat yang berada disekitar kawasan Danau Toba atau bona pasogit tidak lagi sekedar menghabiskan waktu begitu saja di setiap kedai kopi saban hari. Apalagi hanya asik dengan sekedar membahas politik dan pemilu maupun pilkada, setidaknya bagi yang mau mencoba asal ada kemauan pasti ada jalan eh salah pasti ada hasil
Berita terbaru seperti dirilis Kompas (24/1) Kopi yang dibudidayakan petani di Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, ternyata mulai dilirik gerai kopi terbesar di dunia asal AS, Starbucks. Bahkan, eksportir yang khusus menyuplai kebutuhan kopi untuk Starbucks siap membeli harga kopi dari petani lebih mahal dibandingkan dengan harga pasar, dengan catatan petani itu merupakan anggota koperasi.