“KABAR TOBASAHUTA”

Masukan dari Februari 2009

Korupsi di Kota Medan Masih Lazim

Februari 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hasil survei yang melibatkan pelaku bisnis di Kota Medan yang disimpulkan dalam indeks persepsi korupsi oleh Tranparency International Indonesia menunjukkan penurunan dari 4,67 pada tahun 2006 menjadi 3,84 pada 2008. (Kompas 25/2)

Dengan indeks sebesar itu, pelaku bisnis melihat korupsi masih lazim di Medan meski mereka mengakui sudah ada usaha dari aparat setempat untuk mengusut dan menindak pelaku korupsi. Pelaksana proyek survei Tranparency International (TI), Jonni Oeyoen, dalam Seminar Sosialisasi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2008 di Hotel Grand Angkasa, Medan, Selasa (24/2), menjelaskan, persepsi yang dimiliki para pelaku bisnis di Kota Medan terbentuk dari pengalaman langsung mereka terhadap pelayanan publik yang dilakukan Pemerintah Kota Medan.

TI menyebutkan, penurunan indeks yang terjadi di Kota Medan tergolong signifikan. Ia menduga, kasus korupsi yang melibatkan beberapa pejabat tinggi di Kota Medan menjadi penyebab penurunan indeks tersebut. Dalam survei itu juga diketahui, praktik korupsi, terutama dalam konteks suap, terjadi pada saat mendapatkan izin usaha, mempercepat proses birokrasi, dan mendapatkan kontrak publik Survei di Kota Medan dilakukan dengan melibatkan 139 responden. Mereka terdiri atas pelaku bisnis, pejabat publik, dan tokoh masyarakat. Survei dilakukan antara September dan Desember 2008. Skor terendah adalah nol dan skor tertinggi adalah 10.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Penyuluhan Antikorupsi Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Gunawan Sunendar mengatakan, hasil survei ini diharapkan bisa memberi gambaran yang lebih jelas bagi masyarakat. Untuk itu ia berharap TI bisa menerjemahkan angka-angka itu ke dalam bahasa yang bisa dipahami masyarakat.

(lagi…)

Kategori: Semua Catatan Tentang Korupsi

Republik Ini Milik Kita Bersama

Februari 14, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh Hazairin Pohan

Reformasi di tanah air baru berusia sekitar sepuluh tahun. Dalam kurun waktu singkat, transformasi mendasar telah mengubah postur republik ke dalam bentuknya yang sekarang.  Wajah baru “The New Indonesia” telah muncul dalam bentuk dan format yang tepat. Menurut saya, bentuk ini telah final, dan akan terus berlanjut dalam satu generasi (kurang lebih 20 tahun) ke depan.

“We are on the right track now”. Dengan bangga, kita dapat mengklaim kepada anak dan cucu nanti di kemudian hari. Bisa dibilang, kita telah membuat suatu keputusan yang sangat krusial dan benar dalam kurun 10 tahun, dengan apa yang saya sebut?reinventing Indonesia?.

Dalam sejarah dunia, bangsa-bangsa timbul dan tenggelam. Pada jamannya, ada yang pernah berjaya, bahkan menjadi superpower, namun kemudian kehilangan elan-nya, tenggelam dan bahkan hampir pupus dari sejarah dan ingatan.  Ada pula bangsa yang tadi tidak terdaftar di sejarah, seperti bangsa Amerika, yang kemudian menjelma pada abad ke-20 (terutama setelah PD II) sebagai negara adikuasa.

Ada bangsa-bangsa yang bangkit dan menemukan identitasnya pada abad pertengahan dan dalam sejarahnya mengalami masa turun dan naik, bahkan sempat ternista karena, seperti kata Obama ?on the wrong side of history?, dan membuat keputusan yang salah seperti Jerman, Jepang, Italia, Spanyol.

Bersama Inggris, Prancis, Rusia dan Polandia, tiga negara Eropa yakni Jerman, Italia, Spanyol pada masa kini menjadi penentu masa depan Eropa. Negara Polandia pernah hilang dari peta politik Eropa selama 123 tahun, tetapi bangsa itu tidak punah bahkan bangkit kembali setelah PD I dan meletakkan batas-batas negerinya kurang lebih di tempat asalnya.

Ada yang membawa peradaban (civilization) baru seperti China, India, Mesir, Irak, Syria, Persia, Ottoman Turki, dan menguasai dunia. Ada juga yang sedang-sedang saja seperti Austro-Hongaria, Prussia, atau sekadar hidup bertahan terombang-ambing ke kiri ke kanan di bawah tekanan negara-negara tetangganya.

(lagi…)

Kategori: Forum Opini · Opini Politik

Ketua DPRDSU Jadi Tumbal, Protap Makan Korban

Februari 4, 2009 · 1 Komentar

Bagi orang yang mendukung pembentukan Propinsi Tapanuli, tewasnya Ketua DPRDSU mungkin merupakan bagian dari perjuangan dan tidak terkait langsung dengan demo massa pendukung protap Selasa (3/2) di dalam gedung DPRDSU, sebab mungkin saja ada pihak yang membesar-besarkan ini dengan dasar perjuangan pembentukan propinsi yang selama ini dikibarkan

 

Namun bagi orang lain yang tidak memiliki kaitan dengan propinsi ini maupun yang tidak tertarik dengan isu pembentukan tersebut, tewasnya Ketua DPRDSU Abdul Aziz Angkat juga merupakan suatu cerita politik yang telah menampar nilai demokrasi dan hukum karena apa yang terjadi kemarin memang sudah merupakan wilayah hukum atau suatu perbuatan melawan hukum dan pantas ditindak, sebab tidak ada yang kebal hukum dinegeri ini.

 

Persoalannya sebagai warga masyarakat, kita sepatutnya harus menjaga situasi di Sumatera Utara tetap kondusif dan tidak masuknya pihak ketiga yang menginginkan situasi ini semakin kacau terkait dengan peristiwa ini.

 

Alangkah arifnya, bila persoalan ini diselesaikan secara hukum dan sesuai aturan yang berlaku, mari kita bersikap dewasa dan terbuka serta jujur menangani kasus ini, apapun yang terjadi ini adalah sebuah musibah tentunya dapat menjadi hikmah bagi siapa saja.

 

Sebab sesungguhnya alam tidak pernah mengenyampingkan kebenaran meskipun itu terkadang terlambat dalam suatu proses dan tidak siapa pun yang berhak merasa menghakimi dan menghukum orang lain kecuali kita harus menjaga sikap dan perilaku kita untuk senantiasa dapat berjalan dengan baik

(lagi…)

Kategori: Opini Politik

Kecamatan Siantar Narumonda Juara II Terbaik Propsu

Februari 1, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Peran serta masyarakat Toba Samosir khususnya peran serta dari anak rantau merupakan faktor yang sangat penting mengantarkan Kecamatan Siantar Narumonda Kabupaten Toba Samosir meraih penghargaan tunggul terbaik II tingkat Propinsi Sumut tahun 2009 dalam lomba kecamatan terbaik. Tanpa mengabaikan peran serta masyarakat yang ada di “bona pasogit”, partisipasi langsung yang diberikan anak- anak rantau dalam pembangunan di kecamatan hasil pemekaran kecamatan Porsea ini, memberi kontribusi yang positif dalam percepatan pembangunan di Kecamatan itu khususnya Kabupaten Toba Samosir.

Humas Pemkab Toba Samosir kepada wartawan mengungkapkan, tunggul terbaik II yang diterima Camat Siantar Narumonda Drs Audi Murphy Sitorus SH atas penilaian tim penilai dari Pempropsu yang terdiri dari berbagai instansi seperti Biro Pemerintahan, Badan pemberdayaan Masyarakat, Bappedasu, Kesbang Pempropsu dan Tim Penggerak PKK Propsu.

“Kecamatan Siantar Narumonda layak diberi penghargaan atas prestasi dalam berbagai hal antara lain, tingginya partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan pembangunan. Demikian juga dengan kemampuan aparat di kecamatan tersebut menjalankan tupoksi masing-masing instansi,” ungkap Albert Sidabutar.
Untuk Kecamatan Siantar Narumonda sendiri, kata Albert, peran serta yang diberikan adalah pembangunan gedung perkantoran camat Rp300 juta lebih merupakan bantuan hibah dari DR Kanjeng Pangeran Tarnama Sinambela. Sarana perkantoran meja, kursi dan komputer serta mobil Innova untuk mobil dinas camat, bantuan dari DR Sutan Raja DL Sitorus

Hal lain yang patut dibanggakan, seluruh kepala desa dan kepala sekolah se-kecamatan tersebut difasilitasi Tarnama Sinambela melakukan studi banding ke Pulau Jawa selama 2 minggu. Di samping partisipasi anak rantau, warga yang antusias menyambut dan melaksanakan berbagai program pemerintah dalam upaya mewujudkan Tobamas 2010 yakni kabupaten yang terdepan di Sumut, bersedia memberikan lahan secara gratis guna pembangunan Poskesdes 4 unit, ikut serta menjadi peserta Askes Tobamas dan berperan aktif dalam program unggulan pengembangan jagung. Saat penilaian, Tim Propsu salut melihat kekompakan warga masyarakat dan Pemerintah serta kesungguhan yang ditunjukkan Bupati Tobasa dan Ketua Tim Penggerak PKK Intan Monang Sitorus.
(lagi…)

Kategori: Tona dan Berita Sian Huta