“KABAR TOBASAHUTA”

Walah, 60 Persen Pelajar di Sumut Tidak Perawan

Maret 14, 2009 · & Komentar

Wah yang ini nich bukan mau cari sensasi, cuma fenomena sepertiĀ perlu diteliti kebenarannya, benarkah sinyalemen ini mendekati 60 persen, apa indikator dan metode penelitian yang telah digunakan menyimpulkan pendapat ini.

Namun yang pasti kita jangan berdebat, masing-masing harus melihat diri sendiri, apalagi yang punya anak gadis, kadang memang dunia seperti mau tua dan menuju suatu zaman kegelapan, lamban namun pasti seperti ada yang harus kita waspadai saat ini.

Khusus untuk daerah yang ada di tiga lokasi tersebut juga harus lebih waspada, masyarakat dan pemerintah setempat, termasuk daerah-daerah lain yang mungkin bukan mustahil juga akan mengalami fenomena seperti ini bahkan bisa jadi lebih buruk termasuk di pedesaan sekalipun

Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menjadi pemicu seks pra nikah di kalangan pelajar. Data dari tiga kota di Sumatera Utara (Medan, Binjai dan Langkat) diperkirakan tahun 2009 ini jumlah siswa tidak perawan mencapai angka 60 persen.


Hal ini diungkapkan Dekan Fakultas Biologi Universitas Medan Area (UMA), Ir E Harso Kardhinata MSc, kemarin saat tampil sebagai pembicara pada seminar pendidikan seks (sex education) bagi remaja di convention hall Kampus I UMA, Jalan Kolam Medan Estate.
Hadir dalam seminar itu Rektor UMA Prof HA Ya’kub Matondang dan Wakil Rektor UMA Ir Zulhery Noer MP.
Hasil survei Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tentang kondisi siswa (SMP dan SMA) di Indonesia, ternyata hasilnya cukup mengejutkan. Diperoleh data, 63 persen siswa dinyatakan tidak perawan atau sudah pernah melakukan hubungan intim. Dari jumlah tersebut, 21 persen pernah melakukan aborsi.


Penelitian di kota-kota besar di Indonesia ini, kata Harso, menunjukkan pertumbuhan seks pranikah di kalangan siswi cukup tinggi. Pada tahun 2005-2006, jumlah siswi tidak perawan masih berkisar 47,54 persen. Jadi dalam kurun dua tahun saja telah meningkat 15,46 persen. Dari lokasi penelitian menunjukkan, Kota Medan sebagai salah satu kota besar penyumbang angka yang tinggi itu.
Sementara hasil penelitian tahun 2001 mengungkapkan, bahwa 23 persen siswi tingkat Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kota Medan, Binjai dan Langkat tidak perawan. Diperkirakan, tahun 2009 ini siswa tidak perawan di tiga daerah tersebut bisa mencapai 60 persen.
“Kecemasan patut kita rasakan menghadapi fakta tingginya angka seks pranikah di kalangan siswa. Salah satu faktor penyebab utamanya adalah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang memicu peningkatan angka di atas menjadi semakin tinggi,” kata Harso.
Menurutnya, untuk meredam maraknya seks pranikah tidak cukup melibatkan tanggung jawab orang tua saja melainkan juga masyarakat dan pemerintah.” Teknologi informasi berupa televisi, VCD, internet, dan media massa dapat mempermudah remaja untuk mengakses hal-hal yang berkaitan dengan pornografi. Sehingga memberi kesempatan, suasana, sarana dan prasarana yang sangat mendukung bagi para remaja untuk melakukan hubungan seksual dengan teman atau pacar,” jelas Harso.
Selain itu tersedianya mall, tempat hiburan, cafe, hotel, penginapan yang menjamur dengan fasilitas yang sangat mendukung, mempermudah para remaja untuk melakukan yang belum seharusnya mereka lakukan. Kondisi ini perlu segera mendapat perhatian semua pihak.

Kategori: Dimana Masa Kecilku

21 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar